Penyebab Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan atau faringitis adalah sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Masyarakat Indonesia sering menyebutnya dengan sebutan panas dalam.

Radang tenggorokan akan membuat Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan akan terasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda kesulitan untuk makan.

Sakit tenggorokan adalah gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda atau terjadi karena penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Sakit tenggorokan biasanya akan mereda tanpa obat radang tenggorokan dalam waktu kurang dari seminggu.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab sakit atau radang tenggorokan biasa muncul disebabkan oleh:

1. Flu

Flu

Radang tenggorokan sering muncul sebagai gejala awal flu. Penyebabnya adalah virus influenza.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri

Radang tenggorokan juga bisa terjadi disebabkan karena adanya infeksi bakteri, umumnya berasal dari kelompok Streptococcus tipe A dan Staphylococcus.

3. Merokok, zat kimia, dan zat lain yang dapat menyebabkan iritasi

Zat kimia rokok

Merokok dan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat kimia juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan pada tenggorokan, sebagai contoh adalah minuman yang mengandung terlau banyak pemanis buatan dan bahan pengawet.

4. Udara kering

Udara kering

Udara kering juga bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Hal ini disebabkan karena udara kering akan menyerap kelembapan pada mulut dan tenggorokan. Jika tidak diimbangi dengan menambah konsumsi cairan maka sakit tenggorokan bisa saja terjadi.

5. Infeksi mononukleosis

Infeksi mononukleosis

Infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

6. Demam

Demam juga merupakan ciri-ciri radang tenggorokan karena adanya mekanisme alami di dalam tubuh akibat masuknya kuman penyakit. Demam merupakan peningkatan suhu tubuh yang biasa menyertai terjadinya proses peradangan. Terjadinya demam biasanya terjadi pada waktu awal masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh, dan jika tubuh dapat melakukan perlawanan dengan baik maka demam ini hanya berlangsung singkat dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan memperbanyak asupan cairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *